Budaya : Aku Boleh Ditinggalkan?

Suatu tatanan yang berupa bahasa, sikap, perilaku, serta seni yang dianut oleh masyarakat pada umunya yang terkadang merupakan peninggalan yang berubah seiring waktu, mengiringi perubahan pola pikir bahkan pola hidup manusia adalah budaya. Dalam pengertian tanpa kajian, dinilailah bahwa budaya hanya seni-seni seperti tari, musik, dan lain sebagainya. Namun, hal-hal yang tidak bersifat artistik pun dapat disebut budaya, ketika hal tersebut dianut oleh masyarakat pada umumnya, seperti dialek, sopan-santun, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Life, Wisata dan Budaya

Wisata Pati : Jayaku di Religi

Kabupaten Pati, layaknya kabupaten lain, juga memperoleh pendapatan melalui daya tarik wisata yang mampu menyedot kocek-kocek para pelancong. Namun, Kabupaten Pati tidak mengandalkan objek wisata alam ataupun objek wisata buatan, melainkan wisata religi yang menjadi andalannya. Hal ini tampak dari statistik jumlah pengunjung per tahun di kabupaten ini.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Wisata dan Budaya

Berbagi Energi Positif di Atas Panggung!

Teori Multitalenta Danang I menyatakan, “setiap manusia yang terlahir merupakan multitalenta”.

Multitalenta aku bagi menjadi dua, yakni multitalenta yang terfokus dan multitalenta yang tidak terfokus. Dan, aku mencintai keduanya.
Yang dimaksud dengan multilatenta yang terfokus adalah talenta-talenta yang ada saling berdekatan dalam sebuah dunia yang sama, sedangkan yang dimaksud dengan multitalenta yang tidak terfokus adalah talenta-talenta yang ada tidak berada dalam dunia yang sama.

Berikut ini adalah beberapa sahabat Danang yang kemudian menjadi artis dan mereka merupakan bagian dari orang-orang multitalenta terfokus. Mereka adalah penari, mereka adalah penyanyi, dan tentunya mereka adalah penghibur, penyalur energi positif melalui apa yang mereka tampilkan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang

Pati Punya Empek-Empek, Lho!

Satu lagi cita rasa nusantara yang mampu berbaur indah dengan lidah Indonesia, yakni Empek-Empek Pati. Tidak hanya Palembang yang menyuguhkan empek-empek yang biasa juga disebut pempek, tapi Kabupaten Pati juga punya.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Wisata dan Budaya

Sekolah Tanggap Bencana

Pada beberapa bulan lalu saya sempat disibukkan dengan sebuah kegiatan inspiratif yang melibatkan warga desa dari suatu daerah di Bantul. Kegiatan ini adalah Program Kreatifitas Mahasiswa : Sekolah Tanggap Bencana, Sebuah Pelatihan Mandiri Bantuan Hidup Dasar Karang Taruna dan Pembuatan Posko Tanggap Bencana.


Baca lebih lanjut

8 Komentar

Filed under Cerita dari Danang, Kedokteran

Melukis Sejarah Bersama Tutorial Dua-Lapan

Dalam perjuanganku menjadi dokter, aku menemui kurcaci-kurcaci mungil dari negeri antah-berantah. Aku menemui 9 kurcaci selain diriku. Mereka tertulis dalam sejarahku, dan sejarahku akan mengantarkanku ke masa depan.

Kami dipertemukan dalam sebuah kejadian tak terduga dan tak diharapkan. Kata tak diharapkan ini bukan bermaksud apapun, karena kami pada awalnya memang bukan orang yang saling mengenal. Tiba-tiba saja seseorang dengan nomer absen satu (baca : Amelina Nurrika) berkesempatan untuk mencari kami dalam daftar yang ia pegang. Dia menemui absen dua (baca : Danang Setia Budi) dan 8 teman lainnya (M Fikru Rizal, Hotman X-Tinus, Wiwid Santiko, Ilsya Asti, Claudya Oktaviani, Devita Rahmawati, Sonia Rahma, dan Ingrid Padmasari). Kemudian kami berkumpul, berusaha mengenal satu sama lain.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Cerita dari Danang

Aku Melaju dengan Seorang Tersangka Kejahatan

Suatu ketika aku memutuskan pulang ke Pati dari perantauanku sejenak di Jogjakarta.
Dengan tiket yang sudah kupesan aku menduduki sebuah kursi tepat di belakang supir travel bermobil Kijang Innova. Sebelumnya telah duduk manis seorang gadis (mungkin) berbalut kerudung merah jambu di sebelah kiriku. Dalam mobil yang berisi tiga orang itu kami melaju menuju sebuah tempat dimana supir memiliki kewajiban membawakan tas-tas penumpang lain yang berat, kali ini daerah Condong Catur. Roda berputar kencang, dengan arahan yang sedikit tak terarah dari sang supir. Lama, kami tak jua menemukan rumah dengan ciri-ciri yang diberikan.

Akhirnya kami menemukan sebuah rumah bagus tidak terlalu megah dengan cat hitam dan sesosok orang agak botak keluar dari rumah itu. Dengan sopannya dia menyapa sang supir travel. Dia masuk ke dalam rumah dan tak lama kemudian dia keluar dengan membopong tas ransel dan tas pinggang. Kemudian dia menduduki bangku paling depan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang