Category Archives: Untaian Sajak

semua sastra karya Danang Setia Budi

Indonesia

Aku cinta Indonesia, maka aku berkarya

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Untaian Sajak

Untuk sejarah Indonesia !

Sebuah masa mengantarkan manusia pada titik terhebat dalam pendewasaan dirinya, dan seringkali itu dianggap sebagai sebuah musibah. Ingatlah, Allah tidak akan menciptakan apapun dengan sia-sia. Selalu terdapat hikmah dibaliknya.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Untaian Sajak

Senja Dalam Pelukan

Dalam setiap ketidaktahuan, akan muncul suatu sinar harapan. Dalam keadaan yang demikian, manusia dapat menerka apa yang seharusnya, sekalipun terkadang muncul tipe lain yang hanya termenung, dan berharap bahwa harapan itu selalu ada hanya sebagai harapan.

Saat matahari akan menutup diri
dalam kehampaan dan kesendirian
menangislah bunga mawar
namun bulan sudah tersenyum kembali,
dengan sebuah rasa yang tak jelas dinikmati.

Seekor semut pun kembali tertawa
Namun, dia masih membaca
Dan kabarnya, dia akan meninggal semenit lagi.
Sang raja semut pun datang dan memberinya hidup
lebih lama dari dugaan sebelumnya.

Rumput berpacaran dengan pohon,
ayam berpacaran dengan cacing,
tikus berpacaran dengan anjing.

Suasana hening tak terpancar, dan kini
matahari benar-benar terpojok
dalam sebuah cinta dan arti yang terukir di sana.
Senja pun dalam pelukan harimau dan gajah,
Serta dalam pelukan daun dan tanah.

Tinggalkan komentar

Filed under Untaian Sajak

Tentang Segala Cinta dan Cita

Sebuah puisi, untuk segala kasih dalam sebuah perjalanan menuju kebaikan tak terhingga. Kisah yang tercipta dari segala kasih ini, adalah inspirasi bagi terselenggaranya kesempurnaan yang akan hadir dalam sebuah waktu kelak. Dalam ketidaksempurnaan, ini hanya sebatas ungkapan terima kasih.

Dalam kasihmu aku berjalan
menempuh separuh jalan dari seperempat
lelahku kau jua rasa tanpa kucerita
namun aku dapat berlari bahkan.

Saat kau sepi dan anginpun tak mau menemani,
aku sempat tertawa dengan kesejukan duniaku.
Sekarang aku harus menangis untukmu,
untuk segala cinta yang kau berikan,
segala asa yang kau bagikan ke setiap insan yang memiliki cinta
dan seluruh cita di dunia dalam kelembutan.

Aku tak tahu harus dimanakah kita membuat janji
berbagi lagi tentang kasih yang dulu
dan segala hari yang berwarna, tanpa hitam mendominasi,
dan segala kehangatan yang sejuk,
dan segala jenis embun yang menyentuh kita di pagi hari.

1 Komentar

Filed under Cerita dari Danang, Untaian Sajak