Haruskah Kurindu Ramadhan Lalu?

Ramadhan datang, disambut dengan sejuta euforia. Kembang api, jajanan pasar, pengajian yang kian semarak, dan kenaikan harga sembako yang irasional. Pun demikian denganku, menyambut dengan bahagia, semangat menempuh jarak kos-masjid kampus dengan motor, persediaan strategi sahur-buka puasa, serta semangat untuk tetap berolahraga dalam rangka menjaga kokohnya sistem imun.

Tapi, adakah yang berbeda?

1. Babe yang rajin sholat Maghrib barjamaah di masjid kini terbaring di kasur, dengan kondisinya yang masih kaku dengan segala keterbatasan.

2. Babe yang dulu selalu memberi nasehat-nasehat, kini tak bisa bersuara. Kami sekeluarga, sungguh rindu dengan lelucon yang selalu mewarnai suasana dengan tawa.

3. Babe yang sebelumnya belum pernah menangis, kini sering sekali menangis tanpa emosi, hanya sebatas meneteskan air mata.

4. Babe yang dulu selalu menanyakan “mau buka pakai apa?” kini hanya bisa diam ketika kami masukkan jus makanan melalui selang.

5. Babe yang dulu sering menyeduh teh untuk berbuka, kini bahkan tidak bisa mengecapnya lagi.

6. Babe yang dulu sangat gembira ketika menyambut cucu barunya – Nabhan-, kini tak bisa berekspresi ketika mendengar kakak keduaku akan melahirkan, dan kakak pertamaku sedang mengandung lagi.

Dan aku sungguh merindukan Ramadhan sekeluarga dalam kondisi sehat. Namun demikian, tiada cobaan yang melebihi batas kemampuan umat-Nya. Aku sangat meyakini bahwa pasti banyak hikmah di balik ini semua.

Ramadhan lalu, aku merindukanmu. Tapi, bagaimana bisa aku melangkah ke depan jika aku tak beranjak dari masa laluku? Segala sesuatu, telah ada alurnya; mengapa harus khawatir dan bersedih.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s