Babe Adalah Semangatku

Bukanlah sebuah basa-basi, bukan pula sebuah luapan kesedihan yang memuncak.

Siapalah memang yang tidak sedih, suatu cobaan datang menghampiri di sela kebahagiaan yang terus mengalir sebagai berkah yang tak kunjung putus. Dan cobaan itulah kini juga menjadi berkah, sebagai alat penguat bagi kita yang belum kuat untuk menghadapi cobaan ke depan.

Aku kini telah dewasa. Tak lain, aku juga sama dengan mereka, berasal dari satu sel sperma dan sel telur yang kemudian telah disetting untuk dipertemukan dan akhirnya bergabung. Terolah dalam rahim, kemudian. Dilahirkan dalam tangisan kuat tanda aku siap menghadapi kehidupan yang kata orang tidak semudah rumus-rumus rumit matematika. Kecilku disuap dengan hasil keringat babe tanpa disertai keluhan. Akhirnya aku membesar, sesuai takdirku. Dan inilah aku, manusia yang tak lepas dari dosa dan terkadang berbalut prestasi. Terkadang.

Tentu, bayi mana yang bisa makan tanpa keberadaan orang tua?

Dan ketika prestasiku terlahir sebagai keinginan untuk berbalas budi, akankah itu cukup?

Babe kini terbaring di atas ranjang, terhubung dengan segala peralatan medis yang bahkan belum aku pelajari. Nafas yang tidak muncul spontan, perlu bantuan ventilator. Tekanan darah yang tidak jua stabil. Mata yang redup dan sayu. Kondisi kesadaran yang tidak selalu memberi respon terhadap stimulasi apapun. Dan suhu tubuh yang mengingatkanku ketika babe menjagaku di Malang, saat aku terkena demam berdarah.

Sebelumnya, babe hanya menangis. Memberi tahu apa yang dia rasakan dengan gerakan tangan dan tetesan air mata. Semangat babe terus berkobar, hingga dia dipindahkan ke sebuah ruang penuh perawat, HDN (High Dependency Nursing). Tak lama, babe membutuhkan ventilator dan akhirnya dipindahkan ke ICU.

Pintaku kini, babe mendapatkan apa yang terbaik baginya. Jikalau Tuhan menghendaki, sembuhkanlah dalam raga yang sehat untuk berkumpul lagi bersama kita. Jika memang ada hal lain yang menurut Tuhan lebih baik untuk babe, semoga itu yang terbaik untuk semuanya.

Babe, adalah semangatku. Semangat yang tak kunjung padam untuk melakukan kebaikan.

Iklan

6 Komentar

Filed under Cerita dari Danang

6 responses to “Babe Adalah Semangatku

  1. semoga diberikan yang terbaik nang….

  2. sabar ya nang 🙂
    semoga diberikan yang terbaik buat keluargamu

  3. Nang sabar ya, semoga beliau tegar dan diberi kesembuhan agar bisa berkumpul bersama lagi. Amin Allah always love us.

  4. Dini

    Danang, Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Danang sekeluarga.. Amiin YRA
    Terus semangat Danang untuk menebar kebaikan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s