Filosofi Kasur : Anda Teman?

Selama berjuta sekon, masaku habis dalam mimpi. Aku bermimpi di atas pelukan hangat kasur yang membelaiku setiap aku lelah.

Walau demikian, aku tidak pernah tahu apa isi kasur hingga suatu periode, aku membongkarnya. Merusak bagian luarnya dan mendapati isinya.

Setelah aku mengetahui bagian dalam kasur yang tidak semua berupa busa-busa halus dan lembut, ada tiga hal yang mungkin terjadi.

1. Aku menjahit kasur itu kembali dan tidur layaknya aku tidak mengetahui apapun

2. Aku membuang perkakas-perkakas tajam dan keras yang ada di dalamnya, dan berbaring tidak senikmat biasanya

3. Aku membuang kasur itu dan membeli yang baru atau bahkan aku tidak memakai kasur lagi untuk penopangku tidur

Aku mengibaratkan kasur ini adalah seorang teman. Ketika aku tahu bahwa temanku memiliki hati yang tidak semuanya halus dan lembut, maka 3 hal akan menjadi alternatif solusi.

1. Aku akan menerima keadaan itu dan tetap berteman dengannya layaknya aku menyadari bahwa dia orang yang seratus persen baik

2. Aku berusaha mengubahnya dan berteman lagi dengan perasaan yang sudah berbeda

3. Aku tidak berteman lagi dengannya atau bahkan aku tidak mau lagi berteman dengan siapapun

Harapanku satu, tidak membedah kasur hingga aku tidak tahu apa yang ada di dalamnya walaupun pasti akan datang masa di mana kasur itu akan terbedah dengan sendirinya.

Iklan

2 Komentar

Filed under Cerita dari Danang, Life

2 responses to “Filosofi Kasur : Anda Teman?

  1. hmm, filosofi yang bagus…
    salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s