Budaya : Aku Boleh Ditinggalkan?

Suatu tatanan yang berupa bahasa, sikap, perilaku, serta seni yang dianut oleh masyarakat pada umunya yang terkadang merupakan peninggalan yang berubah seiring waktu, mengiringi perubahan pola pikir bahkan pola hidup manusia adalah budaya. Dalam pengertian tanpa kajian, dinilailah bahwa budaya hanya seni-seni seperti tari, musik, dan lain sebagainya. Namun, hal-hal yang tidak bersifat artistik pun dapat disebut budaya, ketika hal tersebut dianut oleh masyarakat pada umumnya, seperti dialek, sopan-santun, dan lain sebagainya.

Tidak selamanya, budaya yang merupakan warisan nenek moyang, sekalipun Indonesia bangsa timur yang menjunjung tinggi sopan-santun, adalah budaya yang baik untuk diteruskan. Sifat budaya yang tidak boleh lepas dari definisinya sebagai budaya adalah fleksibel, yakni mampu menyesuaikan diri dengan apa saja, yang pada kenyataannya termasuk terikat dengan keadaan sosial.

Kutip saja sebuah budaya di salah satu daerah di Pulau Jawa, yakni budaya menyimpan uang di bawah tanah. Pada zamannya, budaya ini memang dianggap cukup efektif dalam menyimpan harta, dari kehilangan dan kerusakan. Namun, ketika budaya itu ditancapkan pada kehidupan masa kini, apa yang akan diperoleh darinya, mungkin ocehan tetangga, mungkin terbuangnya waktu untuk menggali, atau mungkin juga lenyapnya harta itu karena longsor atau gempa.

Pemilahan budaya yang diwariskan nenek moyang perlu dilakukan, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepadanya. Namun, penghapusan budaya yang dianggap tidak perlu itu seharusnya mendapat tempat khusus, yakni pengajian untuk mengetahui sistem dari budaya tersebut, siapa tahu bisa memanfaatkannya dalam hal atau bidang lain.

Seperti halnya budaya memakan ikan mentah dapat diolah dengan sedikit inovasi, akan menghasilkan ide baru yang inspiratif, yakni mengolah ikan menjadi makanan lezat tanpa banyak menghancurkan protein yang tekandung di dalamnya.

Namun perlu sebuah batasan dalam memilih budaya ini, terutama pemilihan budaya baru yang akan menggantikan budaya lama tersebut. Batasan ini harus jelas, dan tampak sebagai pembatas pemilihan. Misalnya dengan membuat sebuah aturan, atau yang dalam sudut pandang negara biasa disebut sebagai Pancasila yang merupakan ideologi atau dasar. Perlunya sebuah pembatasan agar budaya yang tebentuk dapat menimbulkan efek positif bagi lingkungan, baik hanya pada masa itu ataupun berdampak sistemik ke depan. Tentu saja, pemilihan pembatasan pun harus didahului dengan pengajian agar diperoleh sebuah batasan khas yang perlu.

Budaya memang peninggalan, tapi perlu disadari bahwa tak semua peninggalan adalah hal baik yang perlu diteruskan. Pilah-pilahlah budayamu, tapi jangan lupa akan sejarahmu!

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Life, Wisata dan Budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s