Wisata Pati : Jayaku di Religi

Kabupaten Pati, layaknya kabupaten lain, juga memperoleh pendapatan melalui daya tarik wisata yang mampu menyedot kocek-kocek para pelancong. Namun, Kabupaten Pati tidak mengandalkan objek wisata alam ataupun objek wisata buatan, melainkan wisata religi yang menjadi andalannya. Hal ini tampak dari statistik jumlah pengunjung per tahun di kabupaten ini.

Tentu, hal ini terkait kepercayaan sosial, perekonomian, dan pendidikan. Masyarakat Pati lebih suka berkunjung ke makan yang memiliki nilai religius yang tinggi dibanding dengan wisata alam yang menguak sejuta keindahan alam di daerah ini. Selain itu, peran pemerintah dalam mengelola wisata alam dan wisata buatan juga menjadi salah satu variabel mengapa objek wisata religi menjadi pusat perhatian di banding wisata lainnya.

Sedikit cerita, bahwa kabupaten ini memang terkenal dengan paranormalnya yang cukup mahir dan menjamur layaknya pusat supply paranormal di Indonesia. Cobalah saja buka majalah tentang mistis atau yang berbau ilmu gaib, dan “Pati” menjadi supply paranormal yang cukup banyak yang bisa disejajarkan dengan Kota Malang, dan daerah lainnya. Bahkan, konon cerita beberapa artis ibukota tak jarang mampir ke kabupaten ini untuk menemui paranormal kondang yang dapat memberi mereka aura keartisan.

Ini masalah sosial. Bukan. Bukan masalah sosial, melainkan keadaan sosial.

Berikut ini saya deskripsikan tentang beberapa objek wisata religi di Kabupaten Pati.

1. Makam Saridin (Syeh Jangkung)
Syeh Jangkung konon merupakan murid dari salah satu walisongo yaitu Sunan Kalijaga. Beliau menjalankan fungsi dakwah hingga ke luar daerah, mencapai ujung pulau Jawa, bahkan hingga Sumatera.
Di makam ini, juga terdapat makam lain yakni makam Prayoguna dan Bakirah serta makam istri-istri Saridin yaitu RA Retno Jinoli dan RA Pandan Arum.
Hari-hari biasa khususnya hari Jumat, makam ini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah yakni dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa barat, bahkan Sumatera, Singapura, dan Malaysia.
Ada sebuah tradisi tahunan yakni upacara Khol yang dilaksanakan pada 14 – 15 bulan Rajab dalam rangka Upacara Ganti Selambu.
Makam ini berada di daerah Kayen, sekitar 17 KM dari pusat kota ke arah selatan.

2. Makam Mbah Ahmad Mutamakkin
Mbah Ahmad Mutamakkin adalah seorang Waliyullah yang dipuja oleh penduduk Pati.
Wisata religi satu ini bertempat di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso. Wisata ini tak pernah sepi dari kunjungan para penziarah yang datang muai dari pelosok Kabupaten Pati hingga luar daerah bahkan luar pulau, khususnya malam Jum’at. Makam ini berada di tengah komunitas santri dengan puluhan pondok pesantren dan menjadikan wisata ini memiliki nuansa religi yang cukup kuat.

3. Makam Mbah Tabek Merto
Makam ini terletak di Dukuh Domasan, Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo.
Makam ini diperkirakan telah ada sejak abad ke XVI pada masa awal penyebaran agama Islam di Indonesia.
Ditinjau dari bentuk makam, bentuk nisan dan letak pemakaman, maka makam kuno ini dapat disejajarkan dengan usia makam yang ada di Demak pada masa Kerajaan islam di Demak.
Berdasarkan namanya, Tabek berasal dari bahasa Arab dari kata tabi’a yang berarti yang mengikuti atau pengikut. Yang dimaksud pengikut di sini adalah pengikut para penyebar agama islam pada masa itu, yaitu para wali atau wali songo.
Kompleks pemakaman kuno saat ini banyak dikunjungi orang karena diyakini mempunyai hubungan dengan para wali. (dikutip dari Wikipedia)

4. Sendang Tirta Marta Sani
Terletak di Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu sejauh lebih kurang 4 Km dari Kota Pati. Sendang Seni adalah sumber air dimana Sunan Kalijogo akan mengambil air wudlu tiba-tiba disisani oleh pengawalnya sehingga disabda oleh beliau menjadi seekor bulus.
Di komplek obyek ini terdapat Makam Adipati Pragola beserta pengawalnya dan masih dianggap keramat oleh masyarakat sekitarnya.
Setiap tahun tepatnya bulan Maulud selalu diadakan prosesi oleh Yayasan Handodento.
Di tempat ini, terdapat paseban yang merupakan tempat untuk mengheningkan diri mohon kepada Sang Pencipta, padusan yang merupakan tempat mandi yang airnya diambil dari Sendangsani yang sementara dipercayai membawa berkah. (dikutip dari darisblog.wordpress.com)

Itulah tadi beberapa wisata religi yang berada di Kabupaten Pati yang merupakan wisata andalan kabupaten ini. Masih banyak lagi tempat-tempat religius yang berada di daerah ini.

Mari kita hargai sejarah dan budaya serta menghormati kepercayaan orang lain dengan saling bertoleransi 🙂

Iklan

1 Komentar

Filed under Wisata dan Budaya

One response to “Wisata Pati : Jayaku di Religi

  1. nggak ada wisata yang lain nang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s