Kaca Spion : Melihat Ke Belakang untuk Keselamatan

Enambelas tahun, batas usia memiliki SIM atau Surat Izin Mengemudi. Idealnya, orang yang diberikan surat izin adalah orang yang sudah dianggap mampu untuk terjun ke sebuah bidang tertentu dan dianggap tidak membahayakan orang lain, seperti halnya Surat Izin Praktek.
Berbicara dengan basis ideal, orang yang memiliki SIM memiliki pengetahuan mengenai alat yang akan digunakannya dalam mengemudi, salah satunya adalah SPION. Spion adalah sebuah alat dengan cermin cembung yang memperkecil bayangan yang ada di belakang kita sehingga pandangan kita terhadap area di belakang menjadi lebih lebar. Tentu, spion dipasang untuk memberikan gambaran daerah belakang, sehingga kita dapat menentukan kapankah kita dapat belok kanan, belok kiri, dan harus tetap lurus dan berhenti.

Pada faktanya, di daerah-daerah yang selama ini saya temui adalah spion digunakan untuk “anti-polisi”.

1. Spion Miring
Orang tidak menggunakan sesuai dengan kebutuhan akan keamanan di jalan raya. Hal ini tercermin dari posisi spion yang tidak mengarah ke belakang. Beberapa spion miring ke samping, miring ke dalam, ataupun menunduk seolah spion sedang malu. Jelas, fungsi sebagai penggambar area belakang tidak akan terpenuhi. Jangan salahkan jika terjadi kecelakaan ; orang dengan kelembaman dan kecepatan tinggi yang berusaha menyalip kita tiba-tiba kita hantam karena kita tidak melihat keberadaan mereka. Bahkan sering juga, orang dengan kecepatan rendah hampir dihantam oleh orang dengan spion yg tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

2. Spion Tidak Bercermin
Beberapa orang dari depan tampak memiliki spion yang normal. Namun, setelah kita cek ke belakang, tidak ada cermin yang dapat digunakan untuk meng-spion. Wow, hebat! Hal ini seolah memberi gambaran kita bahwa orang hanya takut pada polisi, tapi tidak takut akan keselamatan jiwa mereka.

3. Tidak Berspion
*NO COMMENT*

Beberapa hal yang dapat terjadi ketika kecelakaan adalah

1. Meninggal
Tidakkah kita sadar bahwa kita memiliki orang-orang yang mncintai dan menyayangi kita? Bagaimana perasaan mereka jika kita tinggal? Kecelakaan?

2. Cacat
Cacat ini dapat dikarenakan rusaknya susunan saraf sentral, baik itu di otak atau di medula spinalis yang terletak di ruang pada tulang belakang. Cacat ini bisa berupa cacat ekstremitas, ataupun cacat dalam pengendalian beberapa organ semisal gangguan kencing, BAB, dan lain sebagainya.
Salah satu kasus, yakni otak bagian frontal, yang mengatur budi pekerti, nilai dan norma, perilaku, jika rusak akan menimbulkan sesosok manusia yang tiada memiliki kemampuan membedakan mana yang benar dan mana yang salah sehingga muncullah kekacauan di mana orang tersebut berada.

3. Luka
Luka, terbukanya bagian dalam tubuh. Infeksi sangat mudah terjadi, atau masalah penyumbatan pembuluh darah jika penanganan yang kurang baik.

Spion dalam Kehidupan

Jika spion merupakan analogi kehidupan, maka dapat kita tarik beberapa fakta bahwa setiap kehidupan harus melihat ke belakang sesekali. Melihat ke belakang adalah melihat sejarah kita, dalam perjalanan kita menjadi dewasa. Tanpa melihat ke belakang, dapat terjadi kecelakaan, kita berbelok tapi di belakang ada orang dengan lajunya. Ada orang yang akan merasa terganggu dengan perubahan kita. Kita harus mencari waktu dan tempat yang tepat untuk berbelok.

Tengok ke belakang, dan buat keputusan! 😀

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s