Siluman Dunia, Pergilah!

Manusia, diciptakan dengan kesempurnaannya, yakni akal pikiran dan hati atau perasaan. Setiap manusia memiliki batas toleransi maksimal terhadap tindakan atau perilaku orang lain dalam setiap bidang. Ketika manusia itu profesional, maka seharusnya tidak tercampuradukkan urusan bidang 1 dan bidang lain, sehingga kata “benci” digunakan relatif terhadap sesuatu. Misalnya, aku “benci” saat si A mengajariku pelajaran, karena dia hanya omong kosong; tapi di sisi pertemanan aku tidak boleh membenci A dengan alasan yang sama.

Berbicara toleransi maksimal, saya telah mendeskripsikan atau menganalogikan beberapa kelakuan manusia yang menurut saya tidak tertolerir dengan baik oleh diri saya. Maksudnya adalah, tindakan-tindakan mereka bukanlah tindakan yang dapat dengan mudah saya accept sebagai tindakan yang pantas untuk dilakukan. Saya mengistilahkan mereka sebagai siluman yang saya sejarahkan dalam twitter dengan hashtag #silumanDSB.

Berikut adalah gerombolan siluman yang menghantui kehidupan saya, dan Anda.

1. Siluman Kodok
Siluman kodok adalah mereka yang berlidah panjang, beracun mata, dan bermata besar. Berlidah panjang, digunakan dalam segala jenis penjilatan. Beracun mata, digunakan untuk membutakan siapapun yang dijilatnya, dan bermata besar adalah karena dia hanya melihat dan merasakan, tapi tidak pernah bertindak untuk membalas “jilatan”nya. Siluman kodok ini, menjilat seekor mangsa, lalu dia membutakan mangsa itu hingga dia tidak tahu siluman kodok menjilatnya, dan setelah itu siluman kodok pergi tidak meninggalkan bungkusan atau ucapan sekalipun. Tidak ada timbal balik oleh siluman kodok.

2. Siluman Emprit
Siluman emprit adalah siluman yang berkicau-kicau-kicau. Tapi hanyalah omong kosong yang dibawa, bahkan terkadang sebuah fitnah yang merugikan banyak pihak, ataupun hanya komentar yang terkadang dikeluarkannya tanpa dia mengerti apa masalahnya yang hanya dapat membuat suatu pihak tersakiti. Siluman emprit bersuara, sekalipun itu dalam kondisi yang tidak seharusnya. Ketika siluman emprit ditegur karena dia berbicara terlalu banyak atau boleh dikata ribut yang tidak sesuai kondisi, sering kali siluman emprit membela diri (masih menyempatkan diri untuk berbicara padahal sudah disuruh diam). Sesekali, siluman emprit harus belajar menjahit, menjahit dua bibirnya dan merekatkannya.

3. Siluman Koi
Siluman koi, bermata besar dan suka gelisah. Siluman koi suka memata-matai kita dalam setiap langkah kita, terutama di dunia maya. Dia menyindir kita berdasar apa yang ingin dia utarakan, lewat dunia maya, tapi ketika siluman koi bertatap langsung dengan kita, dia hanya gelisah ; goyang kanan-dan goyang kiri. Kegelisahan itu menunjukkan adanya ketidakyakinan atas apa yang telah dia ucapkan di dunia maya, baik itu berupa komentar atau berupa sindiran.

Untuk sementara, inilah siluman-siluman yang harus dimusnahkan dari bumi ini! Ciyaaaa… Semoga bumi menjadi semakin tentram, tenang, dan damai sekalipun tidak ada spiderman, sailormoon, harry potter, dan teman-temannya! 😀

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s