Teorema Danang I : Bumbu Pertemanan !

Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, dengan maksud manusia membutuhkan orang lain di dalam setiap kehidupannya. Tak lain, manusia harus memiliki sebuah hubungan, yang tidak lain adalah hubungan pertemanan.

Tentu, dalam keberadaan manusia di dunia ini, tak lepas dari adanya tujuan.

Tujuan hidup adalah sesuatu yang mendasar yang kemudian mempengaruhi segalanya yang berada di atas, termasuk gaya dan pola.

Dalam pertemanan, tentu kita mengenal istilah kelompok. Kelompok dengan sendirinya akan terbentuk yang biasanya beranggotakan orang-orang dengan tujuan yang sama, atau orang-orang yang berusaha menyamakan tujuannya. Kelompok ini akan terus mampu bertahan, hingga suatu ketika ada yang tidak lagi sejalan atau berubah tujuan dari semula. Hal ini dapat dikarenakan adanya pengaruh lingkungan lain, atau rasa bosan terhadap jalan yang ia sedang dan telah ditempuhnya.

Berikut adalah beberapa tips dan trik untuk menjaga kelompok itu tetap utuh:

1. Setiap anggota harus memiliki kesadaran diri bahwa perbedaan adalah indah. Asumsikan setiap anggota memiliki tujuan yang sama, maka haruslah kita menghargai anggota lain yang menjunjung tujuan itu dengan cara mereka. Analoginya, ketika kita sedang membawa batu besar ke utara, maka orang pendek akan mengangkat kedua tangannya sembari menyokong batu dari bawah dan berjalan menuju utara, dan orang yang tinggi berusaha membantu dengan cara menjinjingnya dan berjalan ke utara. Inilah maksud dari perbedaan yang saya maksud. Perbedaan ini, bukan perbedaan tujuan, melainkan perbedaan cara.

2. Setiap anggota harus memiliki kesadaran untuk menginisiasi anggota lainnya. Ketika tidak ada satupun dari anggota yang bersedia memberi umpan untuk berjalan, maka suatu kelompok akan diam di tempat. Dan hal ini akan menimbulkan sebuah kebosanan tingkat dewa. Kebosanan ini akan membuat picuan untuk mengubah tujuan atau keluar dari kelompok dan mencari kelompok lain yang lebih menyenangkan.

3. Setiap anggota harus memiliki kepekaan terhadap anggota lain. Kepekaan tidak harus berarti kita harus memperhatikan orang lain setiap waktu dengan sangat intensif, malah itu berbahaya. Kepekaan yang saya maksud adalah kepekaan untuk memberikan timbal balik terhadap kelompok. Suatu misal, suatu kelompok belajar dan kita menjadi orang terbodoh diantaranya. Tidaklah harus kita mengajari, bahkan itu berbahaya, namun misal dengan berterima kasih atau mungkin menjadi koordinator penyelenggaraan belajar bersama, atau mungkin merayakan ulang tahun teman yang sudah mengajari kita walau hanya mengucap saja sudah menjadi timbal balik yang cukup. Janganlah jadi penjilat yang hanya mampu mengambil keuntungan dari keadaan yang ada tanpa memberi sesuatu.

4. Setiap anggota harus mampu berkomunikasi dengan baik agar tidak terjadi salah paham. Komunikasi harus mempertimbangkan keefektifannya. Kalimat yang ringkas tapi efektif jauh lebih baik daripada message via email tapi tidak mudah dipahami. Hal yang juga perlu diperhatikan dalam komunikasi adalah konfirmasi. Ketika kita menginisiasi, memang haruslah kita tidak memiliki harapan akan semuanya dapat berkontribusi, namun setidaknya tunggulah konfirmasi. Setiap anggota juga harus menyadari pentingnya konfirmasi. Alangkah baiknya bilang “tidak” di awal daripada tidak bilang sama sekali, karena itu akan menyulitkan sebuah keputusan lanjut.

4 bumbu pertemanan ini saya susun sebagai hasil olahan pikir saya dari sejarah saya sebagai manusia! Semoga menginspirasi! Dan, mari saling memberi! 🙂

Iklan

2 Komentar

Filed under Life

2 responses to “Teorema Danang I : Bumbu Pertemanan !

  1. Thumbs up nang.
    Tapi pas gue lagi baca gue gak konsen gara2 gue kaya ditatap sama 12 mata, fotomu kanan kiri banyak banget. Jadi grogi. hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s