Aku Bukanlah Profesor di Bidang Matematika

Suatu ketika, Anisa Haqul Khoiria mengajak saya menghadiri Pengukuhan Bapaknya, yakni Om Agus Taufik Mulyono, yang akan (telah) menjadi profesor dan Guru Besar Fakultas Teknik UGM. Pada awalnya saya menolak, tapi lambat laun saya bersedia menghadiri.

Gedung tempat pengukuhan mulai penuh pagi itu. Profesor, dosen, orang-orang pintar menduduki kursi kosong yang telah disediakan. Tampak sekali, wajah kebanggan dari keluarga. Tampak pula wajah riang menyambut kehadiran Guru Besar baru di Fakultas Teknik UGM.

Om Taufik, adalah salah satu profesor muda. Beliau berhak menyandang predikat sebagai guru besar, dalam pengukuhan kemarin, masih dalam usia 40an. Semangat besar membara, mengiringi kecerdasan yang telah dimilikinya menuju kesuksesan yang selalu diidamkan banyak jiwa.

Pada saat pidato, sungguh tampak aura seorang akademisi. Kalimat demi kalimat terlontar, memenuhi kepala kami. Beberapa hal yang sebelumnya tidak kami ketahui, kini menjadi ilmu bagi kami yang akan mengisi kepala ini. Gaya dan bahasa yang dipilih, tidak sama sekali menunjukkan bahwa seorang profesor yang sedang berpidato itu adalah seorang preman, atau seorang pemungut ijazah tanpa usaha. Hebat memang ketika sebuah perjuangan mencerminkan usaha yang telah ditempuhnya, mengharukan.

Air mata mulai bertetesan, ketika pidato memasuki paragraf-paragraf akhir. Ucapan demi ucapan terimakasih terlontar. Entahlah, suasana kala itu sedikit memacu imajinasi saya dan membayangkan bahwa saya adalah seorang yang sukses dengan banyak bantuan orang lain yang berada di sekitar. Kita bukanlah makhluk terhebat sepanjang masa, yang dapat meraih bintang dengan berjalan sendiri. Pasti ada orang yang memegangi tangga kita, pasti ada orang lain yang menarik kita dari atas, dan pasti ada orang lain yang saling membagi asa ketika kita berjalan menuju sebuah titik tertinggi dalam hidup kita.

Ini adalah inspirasi yang besar bagi hidupku. Aku, akan berusaha sebijak mungkin menempatkan diri dalam perjalananku menuju kebaikan tak terhingga. Sekalipun aku tidak akan pernah menjadi profesor di bidang teknik atau matematika, tapi aku akan selalu memberi inspirasi kepada orang lain agar bersama kita berjalan menuju titik tertinggi kita.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s