Anatomy : Sistem Baru, Akankah Men-Tidak Inhal-kan Tentamen Kami?

Dulu, motivasi utamaku belajar anatomy adalah Mbak (dr.) Prenali dan (Mbak)(dr.) Rima Mustafa. Tapi first impression tentang anatomy adalah tamparan keras bahwa aku tidak sanggup. Seiring berjalannya waktu, aku paham bahwa aku cinta anatomy, meskipun anatomy selalu membuatku gundah gulana, kehilangan waktu bermain dan menulis cerita, serta kehilangan kesempatan untuk selalu mendengar indahnya suara Carrie Underwood. Cinta, karena sebuah pemahaman bahwa Anatomy Sangat Penting Bagi Seorang Dokter.

Anatomy Fakultas Kedokteran kini membuat peraturan baru. Peraturan baru tersebut diumumkan pada praktikum anatomy pertama di blok 1.4 ini.
Berikut peraturannya.

Setiap praktikum tetap diberlakukan pretes, dan bagi mereka yang tidak mencapai 50% nilai tertinggi kemudian disebut inhal. Inhal adalah predikat. Namun pemegang predikat inhal tidak langsung mendapat tugas. Tugas diberikan kepada mereka yang dua kali berpredikat inhal berturut-turut pada praktikum anatomy yang berdekatan. Selain itu, tugas pra-tentamen ditiadakan.

Dan berikut adalah alasan mengenai perubahan sistem ini.
Beberapa siswa mengeluhkan bahwa tugas inhal yang diberikan Anatomy sungguh sangat mengganggu pembelajaran mereka (saya masih tidak tahu yg dimaksud adalah mengganggu pelajaran lain atau mengganggu pembelajaran anatomy itu sendiri).
Lalu, tugas anatomy dinilai mengganggu mereka belajar anatomy
.

Dan bandingkan dengan sistem lama berikut ini.
Setiap praktikum diadakan pretes dan bagi diantara mereka yang inhal atau tidak mencapai 50% nilai tertinggi diberikan tugas menggambar yang dikumpulkan seminggu setelah pretes.
Lalu, tugas tentamen diberikan jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan biasanya satu bulan sebelumnya, dan dikumpulkan mendekati tentamen. (Tentamen adalah ujian anatomy, bukan teori tertulis)

Menurut saya, peraturan lama lebih baik. Saya menilai bukan karena saya tidak pernah inhal atau apa (bahkan saya pernah inhal) tapi karena saya berusaha melihat sesuatu yang objective. Saya melihat bahwa ketika kita diberi tugas, maka itu merupakan constructive feedback yang kemudian membuat setiap orang (seharusnya) berusaha memperbaiki kesalahannya dalam belajar. Diambillah batas inhal 50% karena dikhawatirkan soal yang diberikan tidak sesuai. Tapi variable yang diberikan adalah berkaitan dengan peserta didik diantara kami sendiri, sehingga tidak mungkin itu merupakan soal yang tidak sesuai.
Tugas yang diberikan oleh anatomy untuk tahun pertama masih mengenai menggambar struktur yang dapat dikerjakan selama kurang dari satu jam. Jikalau itu dianggap mengganggu, seharusnya tidak, bahkan itu dapat membantu kita menghafal anatomy dari gambar yang kita buat, apalagi tugas ini pasti melalui hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (karena waktu yg diberikan adalah satu minggu).
Untuk masalah tugas pretentamen, analog. Tugas yang diberikan adalah gambar dan keterangan. Sehingga seharusnya dapat membantu kita belajar anatomy. Toh, waktunya sangat lama.

Namun, keputusan telah dibuat. Semoga saja, analisa dan pemikiran saya salah dan kemudian peraturan baru ini dapat membuat kami, calon dokter masa depan, dapat belajar anatomy lebih mudah dan serius sehingga ilmu yang kami ambil pada masa muda ini dapat berguna kelak. Amin.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kedokteran, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s