Ketika Manusia Terpanggil

Terpanggil. Menurut saya itulah kata yang tepat ketika manusia dipanggil Tuhan untuk menghadap. “Ter-” berarti manusia secara tidak sengaja dipanggil, meskipun pemanggilannya itu sudah sangat terencana dengan baik oleh Tuhan, namun manusia tidak akan pernah sadar kapan dia akan dipanggil.

Suatu ketika, manusia akan mengalami masa dimana dia kehilangan rekannya, saudaranya, atau orang yang sangat dicintai. Ketika itu, manusia akan sadar betapa tidak terduganya manusia bisa kembali menghadap-Nya.

Kamis, kami, Atmosphere – TNXVIII kehilangan salah satu bagian jiwa kami. Aria Mukti. Dia pergi meninggalkan kami, setelah berjuang melawan penyakit paru-paru, cukup lama. Aria Mukti, sosok cerdas dan periang, selalu membanggakan kami dengan prestasi dan pemikirannya.


Tentu, kami sangat merasa kehilangan. Kami, Atmosphere, telah kehilangan dua jiwa kami. Aria Mukti, dan Arief Mandala Putra yang dulu dipanggil Tuhan ketika sedang berjuang bersama kami menimba pendidikan di kampus tercinta. Arief adalah sosok cerewet dengan segala dasar pemikirannya yang diolah dan kemudian disampaikan dengan bahasa santunnya.

Arief dan Aria, adalah sosok yang sungguh kami banggakan. Mereka berprestasi. Mereka memiliki kesan tersendiri bagi kami. Dan mereka meninggalkan kami, tanpa kami prediksi.

Saya melalui tulisan ini, hanya ingin menyampaikan doa agar kedua rekan saya ini mendapat yang terbaik, bagi keduanya dan bagi mereka yang ditinggalkan.
Selain itu, saya hanya mengingatkan bahwa, manusia tidak akan pernah tahu kapan mereka akan terpanggil. Manusia hanya tahu, bahwa mereka masih hidup! Manusia masih diberi waktu untuk melakukan sesuatu. Manusia masih diberi kesempatan untuk menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan pada lingkungan.

Oleh karenanya, manfaatkanlah waktu untuk menginspirasi dan memberikan pengabdian terbaik bagi kehidupan selayaknya, bagaikan kita akan mati beberapa detik lagi. Berilah kesan terbaik bagi segala lingkungan yang akan kita tinggalkan!

🙂

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s