Senja Dalam Pelukan

Dalam setiap ketidaktahuan, akan muncul suatu sinar harapan. Dalam keadaan yang demikian, manusia dapat menerka apa yang seharusnya, sekalipun terkadang muncul tipe lain yang hanya termenung, dan berharap bahwa harapan itu selalu ada hanya sebagai harapan.

Saat matahari akan menutup diri
dalam kehampaan dan kesendirian
menangislah bunga mawar
namun bulan sudah tersenyum kembali,
dengan sebuah rasa yang tak jelas dinikmati.

Seekor semut pun kembali tertawa
Namun, dia masih membaca
Dan kabarnya, dia akan meninggal semenit lagi.
Sang raja semut pun datang dan memberinya hidup
lebih lama dari dugaan sebelumnya.

Rumput berpacaran dengan pohon,
ayam berpacaran dengan cacing,
tikus berpacaran dengan anjing.

Suasana hening tak terpancar, dan kini
matahari benar-benar terpojok
dalam sebuah cinta dan arti yang terukir di sana.
Senja pun dalam pelukan harimau dan gajah,
Serta dalam pelukan daun dan tanah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Untaian Sajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s