Fisika Kedokteran pun Berbagi Inspirasi

Pada dasarnya, segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah berhubungan. Tidak berhubungan adalah salah satu hubungan yang bisa terbentuk. Ilmu-ilmu alam, tercipta dan sudah menyejarahkan diri pada awal mula manusia ada. Ilmu-ilmu alam ini terdeteksi seiring dengan berjalannya waktu, berjalannya peradaban manusia.
Setiap ilmu alam yang terjadi, akan saling berkaitan. Bahkan, kaitan ilmu alam ini pun merambah ke ilmu sosial.

Banyak sekali, filosofi untuk menjalani kehidupan ini diambil dari ilmu alam yang nyata dan sudah ada. Tidak jarang, diantara ilmu alam itu adalah tentang daun, hewan, dan lain sebagainya. Angin pun juga terkadang merupakan sebuah inspirasi kehidupan yang dapat dijadikan pedoman hidup.

Dalam ilmu kedokteran, dijelaskan bahwa paru-paru bisa meledak ketika kita sedang menyelam, dan secara cepat *drastis* kita muncul ke permukaan. Penjelasannya adalah sebagai berikut. Ketika kita menyelam, dengan perlahan, maka paru-paru kita akan menghirup udara yang tidak sama ketika kita tidak menyelam, dan menjadikan paru-paru bertekanan sama dengan tekanan air di dalamnya. Kita tahu bahwa, tekanan air di dalam relatif lebih besar daripada udara di atasnya. Oleh karenanya, paru-paru yang telah teradaptasi tersebut memiliki tekanan yang besar di dalamnya. Apabila secara drastis kita muncul ke permukaan, maka tekanan yang besar dalam paru-paru itu pun belum teradaptasi dan masih menjadi tekanan yang besar. Akibatnya, terjadilah perbedaan yang relatif besar antara paru-paru dan udara luar, dimana paru-paru memiliki tekanan yang lebih besar dari udara luar, sehingga udara di dalam paru-paru menekan pleura untuk mengembang. Jika pleura ini tidak sanggup menahan, maka pecah atau meledaklah paru-paru.

Hal ini sama seperti jika kita melakukan perubahan. Perubahan besar terkadang membuat orang lain kaget. Analogikan perubahan itu adalah perubahan tekanan, dan masyarakat di sekitar Anda adalah pleuranya. Jika Anda memaksakan perubahan yang sangat besar, maka pleura yang tidak sanggup menahan akan pecah dan menjauh dari Anda.

Oleh karenanya, jika merasa perlu melakukan perubahan besar, perlulah kita mengabarkan kepada lingkungan sekitar bahwa kita akan melakukan perubahan besar, sehingga terjadi kesiapan oleh mereka, entah dengan hipertropi (bahasa kedokteran, artinya membesarnya sel karena adaptasi) atau dengan apapun.
Alangkah baiknya jika perubahan besar itu terjadi secara kontinu, dan stabil. Dengan demikian, adaptasi lingkungan sekitar mampu dilaksanakan, bahkan prediksi arah dan tujuan pun bisa dilakukan.

Di sini, saya, seorang manusia yang tidak luput dari dosa meminta maaf jika saya pernah melakukan perubahan yang drastis yang membuat lingkungan saya sedikit tertekan.

Mari, saling berbagi inspirasi dan berubah secara kontinu untuk menuju kebaikan tak hingga! 😉

Iklan

2 Komentar

Filed under Life, Pendidikan

2 responses to “Fisika Kedokteran pun Berbagi Inspirasi

  1. makasih infonya. menarik..

  2. Rizky Maulana Ibrahim

    untuk melakukan sebuah perubahan yang besar, tidak bisa kita menyalahkan orang lain yang tidak bisa menerima. akan tetapi, alangkah baiknya jika kita menginginkan sebuah perubaha itu dimulai dari diri kita masing-masing, baik dari yang kecil sampai yang besar. karena jika kita bisa membuat diri kita menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitar kita, maka lingkungan secara otomatis akan berubah mengikuti kita karena mereka tau mana yang benar. dengan seperti itu, perubahan akan terjadi. bahkan dunia pun ikut berubah jika kita dapat menjadi teladan dan contoh yang baik. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s