Keraton Jogjakarta, Luar Biasa !

Keraton Jogjakarta, terletak tidak jauh dari pasar yang sangat ramai di sana, malioboro.
Dari Malioboro, menuju keraton Jogjakarta membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk berandong atau becak, dan akan memakan waktu yang lebih singkat apabila kita menggunakan kendaraan bermotor.

Memasuki Keraton

Memasuki Keraton


Keraton Jogjakarta

Keraton Jogjakarta

Keraton adalah tempat Sultan Jogjakarta tinggal. Sultan Jogjakarta adalah orang yang paling di hormati, yang juga dianggap memiliki kekuatan untuk membuat Jogja aman.

Beberapa abdi sesepuh bercengkerama

Beberapa abdi sesepuh bercengkerama

Kompleks Keraton Jogjakarta boleh dinikmati oleh siapapun yang ingin berkunjung, tentu dengan memperhatikan kebersihan, ketertiban, keamanan, dan norma yang berlaku. Pengunjung hanya diwajibkan membayar Rp5000,00 untuk menikmati segala bentuk wisata budaya yang ada di dalam keraton, termasuk menikmati indahnya sendra tari yang dimainkan pada Minggu siang, yakni sekitar pukul 11.00 – 12.00.

Tari dan Gamelan Keraton

Tari dan Gamelan Keraton

Selain menikmati wisata budaya yang ada, ada pula para pengrajin yang menjajankan hasil kerajinannya di sana. Tersebutlah nama Sarinah, sebuah pasar yang menjual barang-barang yang lucu, dan menarik.
Tak hanya itu, Anda dapat menikmati makanan khas yang dihidangkan untuk Sultan, yang dijual di rumah makan di dalam keraton ini. Bukan gudeg, karena gudeg dijual di sekitar keraton, bukan di dalamnya.

Miniatur Gamelan

Miniatur Gamelan

Prajurit Keraton Mini

Prajurit Keraton Mini

Tidak jauh dari Sarinah, terdapat pengrajin wayang kulit. Di sebelah pengrajin wayang kulit, berdirilah bangunan kokok yang menjaga pengrajin batik dan lukisan beserta karya-karya di dalamnya. Batik-batik yang dihasilkan bermacam-macam, mulai dari bentuk, warna, corak, gambar, dan harganya. Tenang saja, untuk turis domestik, Anda bisa mendapat harga yang jauh lebih murah dari turis mancanegara.

Beberapa Batik Jogja

Beberapa Batik Jogja

Wayang

Wayang

Di dalam kompleks keraton, terdapat museum batik yang menyimpan aneka motif batik yang indah. Batik-batik ini merupakan ghibah dari para pembatik yang hebat. Ada pula sumur yang merupakan peninggalan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Adanya sumur ini menandakan bahwa bangunan yang kini berdiri dengan nama Museum Batik itu dulunya adalah sebuah kandang kuda.

Pembuatan Wayang

Pembuatan Wayang

Banyak turis yang berkunjung ke sini, mulai dari domestik dan mancanegara. Mereka sangat menyukai aura dari keraton Jogjakarta, dan juga hasil karya bangsa Jogja, serta tarian yang disuguhkan.

Mari berwisata budaya! Cerdaskan, gembirakan, dan nasionaliskan bangsa melalui wisata budaya! 🙂

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Cerita dari Danang, Wisata dan Budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s