Tradisi Lebaran Danang Setia Budi

Lucu memang, lebaran. Menyenangkan, entahlah apakah ini karena berakhir sudah kewajiban menjalankan puasa, mendapat uang THR, atau yang lainnya.

berbagi bersama keluarga

Lebaran kali ini, saya rayakan di Kebumen. Sebelumnya saya yang mulai mendomisilikan diri di Jogja mengawali libur saya di Pati. Di sana, saya hanya mem’babi’. Tiada banyak aktivitas yang produktif.
Pada hari Kamis, atau sehari sebelum lebaran, saya dan keluarga memulai perjalanan menuju Kebumen. Lebaran kali ini ada yang beda, yakni jumlah anggota keluarga kami bertambah 1, Mas Toni.
Perjalanan itu sedikit lucu, karena kami melawan arus mudik, jadi sebelah kanan jalan agak macet sedangkan kami berlajan layaknya tidak ada pengendara lain.

Di Kebumen, kami melakukan ritual tahunan besar ini. Sholat, jalan kaki, dan menyalami setiap insan yang ada, sekalipun saya tidak kenal mereka. Senyum tersebar di setiap tempat, menyenangkan.
Makanan pun menjadi sesuatu yang mewarnai indahnya lebaran. Ada soto dan lain sebagainya.
Tak lupa, bersama saudara kami sempatkan main ke pantai, dan menjajal sate ambal yang terkenal itu.

Lebaran kali ini sungguh menyenangkan.

selamat lebaran! 🙂 Maaf lahir batin ya 🙂

Iklan

1 Komentar

Filed under Cerita dari Danang

One response to “Tradisi Lebaran Danang Setia Budi

  1. selamat hari lebarann,,,,maaf lair batin,,, 😀
    mas toni yg di foto pertama pojok kiri atas itu ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s