Realita Kecerdasan Orang Matematika yang Terbelenggu.

Sedikit menakutkan memang judul ini, “Realita Kecerdasan Orang Matematika yang Terbelenggu”, namun tenang saja karena pada dasarnya setiap orang memiliki tingkat kecerdasan masing-masing yang dapat dioptimalkan dengan mengetahui mentalitas diri dan mampu mengendalikannya.
Sebagai bahan ujian praktek dan untuk memenuhi nilai tugas Bahasa Indonesia semester I kelas XII di SMA Taruna Nusantara, saya membuat karya tulis ini, karya tulis yang disusun atas dasar kasih sayang terhadap setiap insan yang cinta akan matematika. Dalam pembuatan karya tulis ini, saya mengambil sampel anak-anak calon peserta IMO 2010 yang menyebut diri mereka dengan sebutan MathRealistist dan beberapa pengajar.
Karya tulis ini berbunyi bahwa mayoritas orang matematika pada dasarnya memiliki kecerdasan yang lebih, kemampuan beradaptasi dengan pengembangan yang cukup, dan daya serap ilmu yang tidak mudah kita jumpai pada setiap individu. Namun pada perkembangannya, manusia-manusia cerdas ini bergulat dengan ilmu-ilmu matematika euclidian yang membutuhkan pembuktian di awal, atau bisa disebut dengan berpola pikir deduktif. Hal ini sering dilakukan, bahkan menjadi sebuah kebutuhan walau matematika newtonian atau matematika berpola pikir induktif juga dibutuhkan. Akibatnya, kebiasaan terdominasi pola pikir deduktif inilah yang mengakibatkan manusia-manusia cerdas ini susah beradaptasi dengan ilmu baru selain ilmu deduktif lainnya. Maksudnya di sini adalah, orang matematika susah menekuni bidang lainnya.
Dibutuhkan sebuah usaha keras untuk mengubah kembali kebiasaan berpola pikir deduktif tersebut menjadi sebuah kebiasaan berpikir normal, yang tidak didominasi pola pikri deduktif ini. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menekuni sastra, atau mencintai seni, berlatih menghafal sesuatu, bergaul dan beradaptasi dengan berbagai lingkungan masyarakat, dan banyak kegiatan lainnya. Indikasi keberhasilan cara ini dapat dilihat dari berkurangnya intensitas orang matematika ini bertanya “mengapa?” dan “iya apa?” pada diri mereka. Hal ini menunjukkan dominasi pola pikir deduktif yang selalu menanyakan “mengapa?” dan “iya apa?” berkurang.
Semoga mathematician dapat berpartisipasi dalam membangun negara ini! Semangat kawan!!!

Iklan

14 Komentar

Filed under Matematika

14 responses to “Realita Kecerdasan Orang Matematika yang Terbelenggu.

  1. Kristanto Irawan

    Serius Nang? Ini efek samping “Pinter Matematika”?
    Apa bukan kebalikannya..? Bang Daryus pernah bikin hipotesis kebalikan dari ini… Toh terbukti juga dengan prestasinya…
    Kamu juga lho… Ketrima kedokteran UGM…

    • menurut saya iya, karena matematika bikin ketagihan, dan ini berlaku untuk mayoritas, bukan seluruhnya. Eh, keterimanya saya di FK juga gara-gara matematika, bukan karena generalisnya saya.

  2. wah matematika newtonian itu gimana? kayaknya menarik

  3. menarik sekali……infonya.orang matematika yang berpikir deduktif,,,,,,,,,

  4. m.f.yasin

    nek fisika piye nang?

  5. tapi di lingkungan di mana aku hidup (wah, bahasanya berat :p), orang matematika justru adalah orang yang kreatif dan mampu berhasil dalam bidang lain, terutama dalam hal ini organisasi, yang aku liat itu jarang dimiliki selain orang matematika

  6. HN

    Kalo matemathician yang udah nyoba ilmu2 lain dan melupakan kematematikaanya piye nang? :p
    wah susah juga ya jadi orang pikun

  7. Aldrian

    Lanjutkan karyamu, Danang! Bagus-bagus karyamu lho… =D
    I’m waiting for your next article… =)

  8. Hendry

    Bukanne nek pinter Matematika ki seharusnya lebih mudah memahami Pelajaran yang lain juga ya, Nang?

  9. emang sih, saya susah susah gampang nerima pel lain, tpi, apakah ini brlaku sma fisika jg? kan fisika hmpir sama tuh dgn mtik.. trus terang,sy jg pngen kuasai bidang ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s